Menjelang berakhirnya masa magang, peserta magang batch 2 di Rutan Kelas IIB Kandangan menunjukkan semangat berkarya melalui presentasi berbagai program inovatif dari masing-masing subseksi, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus kontribusi nyata peserta dalam mendukung peningkatan pelayanan di lingkungan pemasyarakatan.
Presentasi dilakukan secara bergantian dengan menampilkan sejumlah gagasan inovatif yang berorientasi pada pelayanan, administrasi, hingga pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Salah satu inovasi yang dipresentasikan berasal dari Sub Poliklinik Pratama Rutan Kelas IIB Kandangan melalui program “Screening Card WHO-5 Well Being Index”. Program ini difokuskan pada skrining kesejahteraan psikologis bagi pegawai dan WBP guna mendukung deteksi dini kondisi psikologis serta menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih baik.

Selain itu, Sub Pelayanan Tahanan menghadirkan inovasi “Optimalisasi Pelayanan Kunjungan Melalui Sistem Antre Otomatis dan Fasilitas Edukasi Anak”. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kunjungan agar lebih tertib, efektif, dan ramah keluarga.
Sementara itu, dari Sub Pengelolaan dipresentasikan inovasi “Penggunaan Google Spreadsheet untuk Pendataan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan”. Inovasi ini bertujuan mempermudah proses administrasi sekaligus meningkatkan ketepatan pendataan surat secara lebih efektif dan terorganisir.
Kepala Rutan Kelas IIB Kandangan, David Petrus Nicolas, mengapresiasi kreativitas dan dedikasi para peserta magang selama menjalani praktik di lingkungan rutan.
“Presentasi inovasi ini menunjukkan bahwa peserta magang mampu memberikan kontribusi positif melalui ide dan gagasan yang bermanfaat. Saya berharap pengalaman selama magang dapat menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri maupun dunia kerja ke depan,” ujar David.
Salah satu peserta magang mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti program magang di Rutan Kandangan.
“Kami tidak hanya belajar memahami sistem kerja di pemasyarakatan, tetapi juga menyusun solusi dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi instansi,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung tertib, interaktif, dan penuh semangat. Melalui presentasi inovasi tersebut, diharapkan tumbuh budaya kreatif, adaptif, dan kolaboratif dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan pemasyarakatan.
gemar berbagi info, fakta dan motivasi.
Find some desired keywords.