SEMARANG – Halo Sobat Kampus! Pernah nggak sih kalian ngerasa kalau ijazah dan IPK tinggi aja rasanya belum cukup buat modal nyari kerja di era sekarang? Kalau jawabannya “iya”, berarti kalian satu frekuensi dengan teman-teman yang kemarin memadati Gedung UNNES Press (Universitas Negeri Semarang).
Bukan buat demo atau rapat organisasi yang bikin pusing, sekelompok mahasiswa ini justru berkumpul untuk satu tujuan yang jauh lebih priceless: Upgrade Skill dan Masa Depan.
Mereka tergabung dalam Komunitas Research Whitecyber, sebuah wadah belajar non-formal yang mematahkan stigma kalau belajar data dan software itu membosankan. Di sini, suasana belajarnya asyik, santai, tapi daging semua isinya!
Dari Teori Kampus ke Praktek Industri
Kita semua tahu, kadang apa yang diajarkan di kelas seringkali “ketinggalan kereta” dengan kebutuhan industri yang serba cepat. Di sinilah Whitecyber masuk sebagai jembatan.
Komunitas ini tidak sekadar ngajarin teori. Fokus utamanya adalah penguasaan Hard Skill berupa penggunaan software riset terkini. Mulai dari data processing, analisis statistik, hingga pengenalan teknologi AI yang sekarang lagi hype banget di dunia kerja.
Di sudut ruang diskusi Gedung UNNES Press, terlihat sosok-sosok muda yang antusias. Ada Adib Nur Shofan dan Yoga Iwa Saputra yang tampak serius tapi santai membedah study case di laptop mereka. Sementara itu, Kalyana Tafta Riswanto dan Winaldi Ainul Yakin terlihat asyik berdiskusi soal trik efisiensi pengolahan data.
Nggak ketinggalan, srikandi-srikandi tangguh seperti Zena Septika Sari, Satwikasahda, dan Khosya Marjani membuktikan kalau dunia data dan teknologi itu bukan cuma miliknya cowok. Mereka justru menunjukkan ketelitian tingkat dewa saat menjalankan software analisis.
Investasi Leher ke Atas
Kenapa sih mereka rela meluangkan waktu di sela-sela padatnya kuliah buat ikutan komunitas ini? Jawabannya simpel: Karir.
Komunitas Research Whitecyber didesain untuk mencetak lulusan yang “Siap Pakai”. Ketika lulus nanti, teman-teman seperti Adib, Yoga, Zena, dan lainnya tidak akan kaget saat ditanya HRD: “Kamu bisa software apa?”. Mereka sudah punya portofolio dan skill nyata yang diasah bareng-bareng di sini.
“Di komunitas ini kita nggak cuma diajarin cara klik tombol di aplikasi, tapi diajarin pola pikir analitis. Jadi pas ngerjain skripsi atau nanti masuk dunia kerja, kita udah punya pegangan yang kuat,” ujar salah satu peserta.
Gabung dan Tumbuh Bersama
Komunitas ini terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Tidak ada istilah “dosen killer” atau senioritas di sini. Semuanya belajar bareng, sharing bareng, dan sukses bareng. Whitecyber percaya bahwa kolaborasi adalah kunci.
Jadi, buat kamu mahasiswa UNNES atau kampus lain yang masih jadi tim “Kupu-Kupu” (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang), yuk mulai merapat! Tiru semangat Adib, Yoga, Kalyana, Winaldi, Zena, Satwikasahda, dan Khosya.
Jangan sampai nyesel pas wisuda nanti cuma bawa toga tapi nol skill. Bersama Komunitas Belajar Data Whitecyber, mari kita ubah waktu luang jadi peluang karir yang cemerlang!