Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital

BOGOR, Fakultas.co.id – Sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan kemandirian sektor kesehatan nasional,PT Astra Komponen Indonesia (ASKI), anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, pada hari ini (1/4) meluncurkan enam alat kesehatan berbasis teknologi digital.

Enam alat kesehatan yang diperkenalkan mencakup ultrasonografi 4D, syringe pump, infusion pump, electrocardiograph 12 channel, tensimeter yang juga berfungsi sebagai alat ukur gula darah, kolesterol, dan asam urat (GCU 4in1), serta GCU 3in1. Seluruh perangkat ini terintegrasi dengan aplikasi digital dan didukung predictive analytics berbasis Artificial Intelligence guna menunjang layanan kesehatan yang lebih efektif dan terhubung.

Melalui pengembangan alat kesehatan berbasis teknologi digital yang ditopang kemampuan riset dan pengembangan (R&D) serta fasilitas produksi dalam negeri, ASKI tidak hanya memperkaya portofolio produk lokal, tetapi juga mendorong peningkatan penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Upaya ini sekaligus membuka peluang lapangan kerja dan memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada produk impor. Kehadiran alat-alat kesehatan ini juga menjadi bukti komitmen ASKI dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, termasuk dalam kegiatan skrining kesehatan masyarakat.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasinya terhadap ASKI yang berkontribusi pada sektor industri alat kesehatan dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional dan menciptakan lapangan kerja.

“Ada tiga hal penting mengapa kami mendorong kemandirian alat kesehatan di Indonesia. Pertama, kami ingin menyediakan alat kesehatan yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat. Kedua, dengan dukungan alat kesehatan dalam negeri, kami ingin memastikan ketahanan sistem kesehatan nasional, dan ketiga, dengan kemandirian alat kesehatan dalam negeri, sektor kesehatan dapat menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menteri Kesehatan dalam peluncuran alat kesehatan ASKI hari ini.

“Melalui penguatan kemampuan R&D, pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, dan pengembangan alat kesehatan berbasis teknologi, kami berkomitmen untuk menghadirkan produk yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia. Langkah ini merupakan wujud dari kontribusi kami dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional. Kami percaya, semakin kuat industri alat kesehatan dalam negeri, semakin besar pula kemampuan kita dalam menghadirkan layanan kesehatan untuk masyarakat yang berkualitas, lebih merata, dan berkelanjutan, sehingga meningkatan ketahanan sektor kesehatan nasional,” ujar Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Presiden Direktur Astra Otoparts, dalam sambutannya.

Selain peluncuran produk alat kesehatan, Menteri Kesehatan mengunjungi fasilitas produksi plastic injection dan alat kesehatan ASKI, R&D, laboratorium, dan showroom untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan industri dalam negeri dalam mengembangkan dan memproduksi alat kesehatan berbasis teknologi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemanfaatan alat kesehatan produksi dalam negeri di fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan tren peningkatan secara signifikan, dari sekitar 12% pada tahun 2019 menjadi sekitar 48% pada tahun 2024. Meskipun demikian, jumlah alat kesehatan yang beredar di Indonesia masih didominasi oleh produk impor, dengan lebih dari 59.000 produk luar negeri dibandingkan sekitar 19.000 produk dalam negeri.

Kondisi ini menegaskan pentingnya percepatan penguatan industri alat kesehatan nasional, agar dapat meningkatkan penggunaan alat kesehatan dalam negeri, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Ekosistem Industri Alat Kesehatan

Melalui peluncuran alat kesehatan ini, ASKI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem industri alat kesehatan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah (dalam hal ini Kemenkes dan Kemenperin), universitas, industri, dan distributor diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian alat kesehatan nasional sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut turut tercermin dalam kerja sama dengan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dalam mengembangkan solusi alat kesehatan berbasis teknologi digital. Sinergi ini diwujudkan melalui pengembangan perangkat GCU 4in1 dan GCU 3in1 yang dirancang untuk mendukung kegiatan skrining serta deteksi dini penyakit tidak menular dengan memanfaatkan teknologi berbasis data.

GCU 4in1 hadir sebagai perangkat multifungsi pertama di Indonesia yang menggabungkan pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu alat. Sementara itu, GCU 3in1 menawarkan solusi praktis untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Keduanya dirancang untuk memperkuat upaya deteksi dini penyakit tidak menular sekaligus mendorong layanan kesehatan yang terintegrasi, berbasis data, serta memudahkan pemantauan kondisi kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ASKI juga terus mengarahkan inovasi produknya untuk mendukung penguatan layanan kesehatan yang lebih promotif dan preventif. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi pada penguatan industri, tetapi juga pada peningkatan akses layanan kesehatan untuk masyarakat yang lebih luas dan merata.

Sejak melakukan diversifikasi ke sektor alat kesehatan pada tahun 2020, ASKI terus memperluas pengembangan produknya dan hingga saat ini telah menghasilkan lebih dari 30 jenis alat kesehatan dengan kandungan tingkat komponen dalam negeri yang mencapai kisaran 40–59% serta bobot manfaat perusahaan sebesar 12,7%. Capaian ini mencerminkan kontribusi nyata ASKI dalam memperkuat industri nasional dan sekaligus mendorong pemberdayaan usaha menengah dan kecil menengah lokal.

Seluruh tahapan pengembangan dilakukan secara mandiri di dalam negeri, mulai dari perancangan produk, pengembangan sistem mekanik, elektronik, hingga perangkat lunak, sampai proses pembuatan tooling. Langkah ini menegaskan komitmen ASKI dalam memperkuat industri alat kesehatan nasional yang mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global, sekaligus mendukung peningkatan akses serta mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

gemar berbagi info, fakta dan motivasi.

Artikel lainnya
Solusi IMEI Terpercaya: Mengapa RHMN ID FIXER Menjadi Rekomendasi Utama Unblock IMEI 3 Bulan Resmi & Terverifikasi Trust Index

Solusi IMEI Terpercaya: Mengapa RHMN ID FIXER Menjadi Rekomendasi Utama Unblock IMEI 3 Bulan Resmi & Terverifikasi Trust Index

7 Cara Memilih Cincin Nikah: Anggaran, Bahan, hingga Toko Terpercaya

7 Cara Memilih Cincin Nikah: Anggaran, Bahan, hingga Toko Terpercaya