BIREUEN, Fakultas.co.id — Sebanyak 57 mahasiswa STMIK Indonesia Banda Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat secara langsung di Gampong Juli Meunasah Teungoh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, selama lebih dari dua bulan. Program yang berlangsung sejak akhir Januari hingga awal April 2026 tersebut menjadi bagian dari Program Mahasiswa Berdampak, sebuah program nasional yang diinisiasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini hadir sebagai bentuk respons terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada penghujung tahun 2025.
“Mahasiswa ini tidak hanya datang bawa alat. Mereka tinggal bersama kami, ikut gotong royong, ikut kegiatan warga. Itu yang membuat kegiatan ini terasa berbeda,” ujar Sulaiman BP.
Penerangan jalan menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Meski sebagian ruas jalan gampong sudah memiliki lampu, pemerataan masih menjadi persoalan terutama di jalur evakuasi, gang permukiman, dan area menuju titik kumpul warga yang selama ini masih gelap. Lampu bertenaga surya yang dipasang diharapkan tidak hanya menambah titik terang, tetapi membuka akses nyata ke area-area tersebut, baik dalam keadaan darurat maupun keseharian warga.
Mahasiswa dan warga Gampong Juli Meunasah Teungoh bekerja bersama dalam pemasangan lampu jalan bertenaga surya di jalur evakuasi Dusun Blang Timu dalam rangka Program Mahasiswa Berdampak, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.
Di sisi lain, sistem peringatan dini banjir yang dipasang di titik-titik rawan kini memberi Satgas Bencana dan Pageu Gampong kemampuan untuk mendeteksi kenaikan air lebih awal. Latihan kesiapsiagaan digelar secara bertahap, melibatkan anggota Satgas, Pageu, dan warga secara bersama-sama.
Tim mahasiswa STMIK Indonesia Banda Aceh menggelar sosialisasi kepada warga dan anggota Satgas Bencana Gampong mengenai pengoperasian dan perawatan lampu serta sistem peringatan dini banjir.
Fathurrahmad, S.Kom., M.M., dosen anggota tim pelaksana yang menangani sisi teknis lapangan, menyebut keterlibatan aktif warga sebagai kunci keberhasilan kegiatan ini.
“Warga di sini luar biasa. Mereka tidak menunggu, mereka ikut kerja. Gotong royong bukan hanya jargon di sini, itu benar-benar terjadi di lapangan setiap hari,” ujarnya.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Taufiq Iqbal, S.Kom., M.M. selaku ketua pelaksana dari STMIK Indonesia Banda Aceh. Seluruh perangkat yang dipasang diserahkan kepada Pemerintah Gampong untuk dikelola bersama Satgas Bencana dan Pageu Gampong secara mandiri dan berkelanjutan. Pendanaan kegiatan bersumber dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026.

Ketua pelaksana Program Mahasiswa Berdampak Taufiq Iqbal, S.Kom., M.M. menyerahkan aset hasil kegiatan kepada Keuchik Gampong Juli Meunasah Teungoh Sulaiman BP, disaksikan anggota Satgas Bencana dan Pageu Gampong.